Search

Jumat, 28 Mei 2010

BOEING V22 OSPREY, PERPADUAN ANTARA PESAWAT DAN HELIKOPTER

Mendaratkan pasukan sangat cepat dan banyak di medan perang adalah salah satu hal yang paling penting bagi seorang perencana militer. Helikopter contohnya dapat membawa banyak pasukan tapi memiliki kendala pada jarak jangkauan atau mempunyai jarak terbang pendek dan tergolong lambat. Sedangkan pesawat mampu mendaratkan pasukan dalam jumlah yang banyak serta cepat tapi bagaimana mendaratkannya tanpa landasan pacu..? inilah yang menjadi pikiran para dedengkot militer amerika untuk menemukan solusi dengan mengandalkan transportasi pasukan yang banyak serta dengan kecepatan tinggi dan dalam asmusi skenario ruang landasan pacu terbatas.

Kebutuhan adalah induk dari semua penemuan salah satu yang mampu menjawab kebutuhan tersebut adalah perpaduan antara helikopter dan pesawat terbang, militer amerika menyebutnya dengan nama V22 Osprey sedangkan pesaingnya yakni russia masih mengandalkan helikopter jenis CH-47 Chinook.

V-22 bukan sekedar pesawat atau helikopter biasa, akan tetapi perpaduan antara keduanya. Dengan mengusung Kecepatan dua kali lipat, jangkauan lebih jauh lima kali lipat, dan dapat terbang lebih tinggi dua kali lipat dari helikopter biasa menjadi keunggulan dari V-22 ini.

Di dalam sejarah hanya V22 Helikopter pertama di dunia yang mengusung rotor vertikal dengan posisi miring yang menggabungkan kinerja sebuah helikopter dengan kecepatan tinggi dari baling sayap pesawat terbang. Wajar saja mengenai daya geber V22 mampu melesat dengan kecepatan 316 mph kalau kita melihat helikopter sejenis CH-47 Chinook hanya mampu melesat dengan kecepatan 196 mph.

Kecepatan dari V22 ini tidak lepas dari Dua Rolls-Royce AE1107C Liberty turboshaft yang memasok listrik untuk mesin V-22, menghasilkan 6.150 shp (4.586 kW) untuk masing-masing. Untuk keamanan dan kestabilan penerbangan, V-22 Menyuplai transmisi ke mesin lainnya, baik secara terpisah, maupun bersama-sama ke sumber daya pada rotor dengan jarak jangkau 690 km. Berbicara massalah Daya angkut dari Helikopter V22 Osprey ini mampu membawa hingga 24 pasukan, atau sampai £ 20.000 (9.072 kg) internal kargo atau £ 15.000 (6.804 kg) dari luar kargo.

Dirancang dengan rotor lipat dan sayap yang dapat memutar, V-22 cocok untuk terbang diatas laut. Pesawat ini juga dapat landing dan mendarat diatas kapal induk V-22 Digunakan oleh Navy Amerika Serikat untuk berbagai misi seperti pencarian pasukan dan penyelamatan, menerbangkan dan mendaratkan bantuan logistik. Tugas pokok dari V22 dalam operasi peperangan adalah dapat memungkinkan Marinir AS untuk segera sampai ke garis pantai dengan kekuatan yang luar biasa.

Helikopter ini dibuat oleh boeing bekerjasama dengan Bell Helicopter Textron Inc. Boeing bertangung jawab atas semua subsystems, digital avionics, dan fly-by-wire flight-control system. Sedangkan rekannya yaitu Bell Helicopter textron Inc bertanggung jawab atas sayap, transmisi, empennage, rotor system dan pemasangan mesin.
Berikut karakteristik detil dari V22 Osprey :

Width (rotors turning: 83 feet 8 inches
Fuselage Length: 57 feet 4 inches
Length (stowed): 62 feet 7 inches
Width (stowed): 18 feet 5 inches
Horiz. Stabilizer Width: 18 feet 5 inches
Height (helicopter mode): 21 feet 8 inches
Vertical Stabilizer Height: 17 feet 7 inches
Max. Speed (sea level): 275 knots
Vertical Rate of Climb (sea level): 1,090 fpm
Max. Rate of Climb (sea level): 2,320 fpm
Service Altitude: 26,000 feet
Service Ceiling OEI: 11,300 feet
Hoever OGE: 14,200 feet
Range Amphibious Assault Mission: 515 nautical miles
Max. Self Deploy: 2,100 nautical miles
Accommodation: Cockpit 2; Cabin 25
Contractor: Bell Boeing

Dampak Perilaku Seks Bebas Remaja

DAMPAK SEKS BEBAS, 200 WANITA MATI SETIAP HARI AKIBAT ABORSI

Sudah menjadi maklum, remaja memang sosok yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kenapa?. Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan.

Ketidakpekaan orang tua dan pendidik terhadap kondisi remaja menyebabkan remaja sering terjatuh pada kegiatan tuna sosial. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya pada orang yang tepat semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua.


Potret Remaja di Usianya

Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).


Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. “ Dan 20 persen di antaranya remaja,” kata Guru Besar FK Universitas Udayana, Bali ini.

Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya, penyakit menular seksual,(PMS), selain juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).

Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.

Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Menurut WHO, di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.


Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja

Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.

Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion).

Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.


Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.